Pergilah…

Standard

Bahagia. Ini bukan bahagia, Sayang. Kita hanya (mencoba) tertawa dalam duka ini.

Terlalu banyak sudah kata2 yang kukeluarkan dari mulutku. Kamu sakit. Aku sakit. Semua sakit.

Sejenak lupakan saja semua. Tunggu tiba saatnya sehingga kita bisa tersenyum kembali. Keringkan dulu luka itu.

Kalau bisa berhenti sejenak. Jangan paksa kakimu untukmu melangkah (lagi). Hingga tiba saatnya,jika kau ingin lari. Berlarilah.

Berhenti melihat kebelakang dan menangis. Pergi. Jangan hiraukan aku yg tertawa melihatmu pergi. Tengoklah ke arah lain.

Aku tersenyum. Senyuman dalam duka.
Untukmu, pergilah dan berlarilah. Karna kau akan kulupakan ☺

“Near. Its not enough. Far away. Its better for us”

Sorry to let u down ☹

with ♥
Intan Zee

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s